Ardimulyo dan Dengkol Awali Salur BLT Dana Desa di Singosari

MALANG – Sumringah pun terlihat di banyak wajah para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa (DD). Tak hanya mereka perasaan lega juga terlihat di mimik para Pendamping Desa & Pendamping Lokal Desa beserta pamong Pemerintah Desa Ardimulyo pagi kemarin (Jumat 15 Mei). Pasalnya, dengan waktu yang relatif singkat mereka harus bersama bekerja keras, sehingga bisa salur ke sasaran yang tepat dengan proses yang lancar.


Kegiatan penyerahan BLT DD dihelat di Gedung Serba Guna Desa Ardimulyo yang di salah satu sudutnya digunakan untuk ruang isolasi Covid19. Sebab pertimbangan kemaslahatan, acara tersebut hanya menghadirkan 50 dari 117 KPM.
“Yaa sisanya akan dibagi hari ini juga, mengingat keterbatasan keadaan” tegas Yuni Kuswandi, Koordinator Pendamping Singosari.


Pembagian kepada KPM lain akan dilakukan dengan sistem wilayah (dusun) dan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Acara seremonial tersebut dihadiri oleh Kepala Desa beserta Perangkat Desa, ketua BPD beserta Anggota, LKD, Kasiepem Kecamatan, Babinsa, Babinkamtibmas, Tim TPPI P3MD Provinsi Jatim (KPW Provinsi Jatim, Koord TA Kabupaten Malang, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa) dan perwakilan Bank BRI unit Singosari.


Dalam kesempatan tersebut Andri Dewanto, selaku Korprov P3MD Jawa Timur juga menyampaikan pesan kepada para KPM yang hadir untuk memanfaatkan uang (red: Rp. 600.000/KPM) selama tiga bulan tersebut dengan tepat, untuk kebutuhan dasar. Hal senada juga disampaikan oleh Riyanto, Kepala Desa Ardimulyo.


Sesuai dengan Permendesa Nomor 6/2020 tentang perubahan atas permendesa Nomor 11/2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020, setiap Desa memang harus menggunakan anggaran (DD) untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT DD). Selain itu APBDesa juga mesti mencakup giat/upaya Pencegahan dan Penanganan Covid-19, Padat Karya Tunai Desa (PKTD).


Secara akumulasi, untuk BLT DD tersebut, Desa Ardimulyo mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 210.600.000,- untuk117 KPM (selama 3 bulan). Dalam pelaksanaanya, hal ini dilaksanakan sebagaimana regulasi (termasuk beberapa SE) terutama penegasan berupa Surat Pemberitahuan Menteri Desa nomor 1261/PRI.00/IV/2020 terkait metode dan mekanismenya mulai pendataan penyaluran sampai evaluasi.


Pada hari yang sama Desa Dengkol juga melakukan penyaluran BLT DD kepada warganya sebagaimana kriteria. Menurut info dari Arif, salah satu Pendamping Desa, kegiatan di Dengkol dilaksanakan setelah waktu sholat jumat dengan total 253 KPM. Ini artinya Rp. 455.400.000 dari Dana Desa diperuntukkan untuk bantuan tersebut selama tiga bulan.


Winartono, TA PSD Kabupaten Malang juga menyampaikan apresiasinya pada dua desa tersebut, utamanya Tim Pendamping Kecamatan Singosari. “Seremonial tersebut penting, setidaknya punya dampak semangat bagi Desa-Desa di Malang yang belum salur.”
“Lagian bersamaan hari ini juga ada Surat Instruksi Gus Menteri Desa Nomor 1 tahun 2020 terkait Percepatan Penyaluran BLT DD,” imbuhnya.
Di kesempatan yang sama Faisal (Koordinator P3MD Kabupaten Malang) menyampaikan info bahwa “per tanggal ini (15/05) sudah ada 10 Desa yang sudah salur BLT DD. Dan kami terus mendorong. Pendamping Desa bersama-sama harus mengawal dan membantu proses ini.”


Dan hingga hari ini (Sabtu, 16 Mei) menurut info dari Tim Pendamping Desa Kecamatan Singosari, hari selasa direncanakan Desa Tunjungtirto akan turut menyusul penyaluran BLT Dana Desa.
(AbdulWahab/Wn)

jejak Desa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top