Tak Hanya Memburu Cepat, Desa-Desa di Bululawang Ikhtiarkan Ketepatan

MALANG – Kecerahan pagi kali ini (20/05) terlihat sekali di wilayah Kecamatan Bululawang. Suasana ini turut mengiringi wajah-wajah cerah penuh rasa syukur dari para warga penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD). Persisnya, ada enam desa yang secara serentak melaksanakan penyaluran bantuan yang bersumber dari transfer APBN itu. Sebagian besar menggunakan metode cashless (transfer rekening) dalam penyalurannya.


Desa Bululawang menjadi desa pertama dengan penerima sebanyak 94 KK, dilanjutkan desa Kasri dengan 125 KK, Wandanpuro 137 KK, Krebet Senggrong 139, Pringu 105 KK, dan Sempalwadak 92 KK Penerima Manfaat.
Proses penentuan dan validasi calon penerima hampir diseluruh desa memang memakan waktu yang cukup panjang, di Desa Bululawang misalnya, selain memakai data usulan dari RT-RW, juga menerjunkan Kader Desa untuk melakukan survey dan verifikasi faktual calon penerima.

“Alhamdulillah, setelah melalui proses yang berliku kami bisa menyalurkan BLT DD ini sebelum lebaran” ujar Hasan Bashori Kepala Desa Bululawang.
“Lamanya waktu validasi dan penetapan ini adalah ikhtiar maksimal kami dalam menjaga obyektifitas agar para penerima manfaat BLT ini adalah warga kami yang benar-benar tepat sasaran” ujar pria yang juga menjabat Sekretaris MWC NU Kecamatan Bululawang ini.


Memang, di tengah banyaknya aturan yang harus diikuti dan banyaknya data Bantuan-bantuan dari beberapa kementerian juga memaksa desa harus benar-benar selektif agar para penerima BLT DD ini tidak menerima dobel bantuan. Semata-mata ini sebagai upaya menjaga agar bantuan ini bisa merata dirasakan oleh warga yang membutuhkan.


Menurut Kepala Desa Kasri Khusaini, desa harus melakukan validasi berjenjang dan berulang agar data yang ditetapkan benar-benar valid. “Kami harus melakukan rapat malam-malam berulang kali dengan RT-RW, BPD dan Pendamping Desa hingga menjelang waktu sahur dan membuat klasifikasi yang benar-benar obyektif untuk menentukan calon penerima BLT ini”.
“Beberapa kali kami harus melakukan penyesuaian karena tiba-tiba ada data penerima bantuan skema lain dari Dinsos yang turun belakangan yang sudah ‘by name by address’,” tegas Khusaini.


Berbagai permasalahan dan keruwetan yang ada, berhasil diurai satu persatu berkat kerja keras Pemerintah Desa dan seluruh pemangku kebijakan desa tentunya dibantu oleh Tim Pendamping Desa Kecamatan Bululawang.
Hari ini ada tiga desa yang menyalurkan BLT DD melalui Rekening Bank BNI dan BRI, sedang sisanya menggunakan metode cash. “Sesuai Permendesa dan arahan Gus Menteri sebenarnya seluruh Desa di Wilayah Kecamatan Bululawang penginnya menggunakan rekening bank dalam penyaluran BLT, tapi karena seluruh bank di wilayah Bululawang overload dan memakan waktu yang cukup lama, terpaksa untuk desa-desa yang penetapannya agak akhir harus cash,” terang Muh. Najih M, selaku Koordinator Pendamping Desa P3MD Kecamatan Bululawang.


“Bahkan, Tim Pendamping Desa bergerak cepat membantu mencarikan Bank di luar wilayah Kecamatan Bululawang agar proses ini bisa berjalan sesuai alur, meskipun secara cash juga tetap diperbolehkan” ujar pria kelahiran Pacitan ini.


Najih menambahkan, bahwa saat ini masih berkoordinasi dengan pihak Pendamping Ahli Kabupaten dan DPMD Kabupaten Malang terkait penyaluran tahap selanjutnya. “Kami berharap bagi desa-desa yang tahap 1 masih cash, bisa diijinkan penyaluran tahap 2 dan 3 bisa melalui rekening, agar lebih simple dan akuntabel” tambah pria yang tinggal di Wagir ini.

(Nj/Win)

jejak Desa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top