BONDOWOSO– Pemerintah Desa Suco Lor dan Desa Gambangan menyepakati sejumlah program prioritas percepatan penurunan stunting melalui forum Rembuk Stunting yang digelar sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun Anggaran 2027.
Forum yang dihadiri pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta unsur masyarakat tersebut menjadi wadah untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang berpotensi menyebabkan stunting sekaligus merumuskan langkah-langkah penanganannya.
Di Desa Suco Lor, hasil inventarisasi masalah yang dipaparkan Kader Pembangunan Manusia (KPM) menunjukkan terdapat 9 anak berisiko stunting dan 15 balita dengan kondisi kurang gizi.
Dalam forum tersebut terungkap bahwa masih terdapat sejumlah persoalan yang memerlukan perhatian bersama, mulai dari keterbatasan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita, rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu, kurangnya kesadaran terhadap sanitasi dan pola hidup sehat, kondisi ekonomi keluarga yang masih rendah, hingga kasus anemia pada ibu hamil dan calon pengantin.
Peserta rembuk menilai persoalan tersebut harus segera ditangani secara komprehensif.
“Data ini menjadi perhatian bersama karena berpotensi memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa mendatang apabila tidak segera ditangani secara menyeluruh,” ungkap Kader Pembangunan Desa Suco Lor.
Sebagai tindak lanjut, forum menyepakati sejumlah rekomendasi program yang akan diusulkan dalam perencanaan pembangunan desa. Program tersebut meliputi intervensi peningkatan gizi bagi balita stunting dan kurang gizi melalui PMT lokal berbasis potensi desa, penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pemberian stimulan bagi keluarga berisiko stunting.
“Intervensi khusus peningkatan gizi balita stunting dan kurang gizi melalui pemberian PMT lokal berbasis potensi desa perlu menjadi prioritas agar penanganan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” ungkap salah salah satu KPM yang menjadi salah satu rekomendasi yang disepakati peserta rembuk.

Sementara itu, Rembuk Stunting Desa Gambangan menghasilkan sejumlah temuan yang menjadi dasar penyusunan program prioritas desa. Berdasarkan hasil inventarisasi masalah, terdapat 1 ibu hamil risiko tinggi, 3 balita gizi buruk, dan 8 balita berisiko stunting.
Selain persoalan gizi, forum juga menemukan faktor lain yang berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Di antaranya masih terbatasnya program PMT bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, keberadaan rumah tidak layak huni, serta belum optimalnya ketersediaan sarana air bersih bagi sebagian warga.
“Masih adanya rumah tidak layak huni dan belum optimalnya akses air bersih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kualitas kesehatan keluarga,” ujar salah satu KPM.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, peserta rembuk menyepakati beberapa program prioritas, yakni intervensi peningkatan gizi bagi balita, ibu hamil dan ibu menyusui, pengembangan program rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu, serta peningkatan sarana dan prasarana air bersih.
Forum juga menegaskan bahwa upaya penurunan stunting tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga harus menyentuh faktor lingkungan dan kesejahteraan keluarga. Pengembangan sarana air bersih dan program rumah layak huni merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas kesehatan lingkungan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Melalui pelaksanaan Rembuk Stunting ini, seluruh hasil identifikasi masalah dan rekomendasi yang telah disepakati diharapkan menjadi dasar penyusunan program pembangunan desa yang lebih terarah dan tepat sasaran pada tahun mendatang.
Dengan sinergi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, upaya percepatan penurunan stunting di Desa Suco Lor dan Desa Gambangan diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan. (Jofa/Win)
