Bondowoso–Pengelolaan sampah dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat menjadi perhatian utama dalam Rembuk Stunting Desa Maesan yang digelar di Pendopo Kantor Desa Maesan, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pemerintah desa, tenaga kesehatan, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu, Babinsa, Bhabinkamtibmas, lembaga kemasyarakatan desa, pendamping desa, serta Pemerintah Kecamatan Maesan sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting.
Dalam forum tersebut, peserta menyoroti masih adanya kebiasaan membuang sampah sembarangan dan belum optimalnya pengelolaan sampah rumah tangga yang berdampak pada kualitas lingkungan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu berbagai penyakit yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak serta menghambat keberhasilan program pencegahan stunting.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk semakin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, memanfaatkan fasilitas sanitasi yang layak, hingga rutin mengikuti pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui Posyandu.
Camat Maesan, Hendri Hairul Imam, S.E., menegaskan bahwa penanganan stunting tidak hanya bertumpu pada intervensi kesehatan, melainkan juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Stunting bukan hanya persoalan pemenuhan gizi, tetapi juga berkaitan erat dengan kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat masyarakat. Karena itu, kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat, menjadi kunci keberhasilan percepatan penurunan stunting,” ujarnya.
Komitmen lintas sektor turut menguat dalam rembuk tersebut. Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Maesan menyatakan kesiapan untuk mendampingi kader dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu di setiap dusun guna meningkatkan partisipasi masyarakat.
Sementara itu, Pendamping Desa yang hadir mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Maesan yang menjadikan isu lingkungan sebagai bagian penting dalam agenda percepatan penurunan stunting.
“Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dan menerapkan PHBS merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan generasi mendatang. Ketika lingkungan menjadi lebih bersih dan masyarakat aktif memanfaatkan layanan kesehatan, maka upaya pencegahan stunting akan semakin efektif dan berkelanjutan,” ungkap salah satu Pendamping Desa dalam forum tersebut.
Sebagai hasil akhir, rembuk stunting menyepakati sejumlah rekomendasi prioritas yang akan diusulkan dalam penyusunan RKP Desa Tahun Anggaran 2027, meliputi penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, peningkatan sosialisasi PHBS, serta penguatan edukasi dan kampanye pencegahan stunting melalui Posyandu dan berbagai forum kemasyarakatan.
Pemerintah Desa Maesan berharap langkah tersebut mampu mendukung percepatan penurunan stunting secara lebih komprehensif, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan generasi masa depan yang cerdas serta bebas stunting. (Win/Roy)
