Home » Manuskrip Ulama Tuban Milik Mbah Jaelani Digitalisasi ITJ

Manuskrip Ulama Tuban Milik Mbah Jaelani Digitalisasi ITJ

Tuban – Upaya pelestarian khazanah intelektual ulama Nusantara terus dilakukan. Ihyaut Turats Jawadwipa (ITJ) melaksanakan kegiatan digitalisasi naskah kuno atau turats milik Mbah H. Jaelani di Desa Sawahan, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Minggu (28/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, tim ITJ berhasil mendokumentasikan sebanyak 20 manuskrip yang selama ini tersimpan di kediaman Muhammadun, salah satu cucu Mbah H. Jaelani. Proses digitalisasi dilakukan melalui pemindaian (scanning) untuk menjaga keutuhan dan keberlangsungan warisan intelektual tersebut agar tetap dapat dipelajari oleh generasi mendatang.

Muhammadun, yang akrab disapa Amak, mengaku bersyukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, digitalisasi turats merupakan langkah penting yang telah lama diharapkan keluarga demi menjaga kelestarian karya-karya peninggalan leluhurnya.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Sudah lama kami berharap ada upaya seperti ini agar warisan beliau tetap terjaga. Kalau tidak begini, kami akan luput untuk merawatnya,” ujarnya.

Pembina ITJ, Gus Abdul Latif, menjelaskan bahwa manuskrip yang ditemukan memuat berbagai disiplin ilmu keislaman, mulai dari fikih, tauhid, tasawuf, nahwu, hingga sharaf. Selain itu, terdapat pula dokumen mengenai jalur sanad Tarekat Samaniyah dan Syattariyah dari Kiai H. Jaelani yang tersambung dengan Kiai Asnawi Sepuh Kudus dan Kiai Murtadlo Margoyoso Pati.

Menurut Gus Latif, temuan tersebut menjadi bukti penting jaringan keilmuan dan spiritual ulama Nusantara yang telah berkembang sejak masa lampau.

Selain manuskrip karya Mbah H. Jaelani, tim juga menemukan karya Mbah Muhammad Rosyid Kendal berjudul Miftahul Mubtadiin Syarah Mahabbatul Muhtajin yang membahas fikih puasa dalam 16 halaman naskah.

“Turats-turats ini rencananya akan segera dilakukan validasi dan tahqiq dalam waktu dekat agar dapat dipertanggungjawabkan secara akademik serta dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat,” kata Gus Abdul Latif.

Kegiatan digitalisasi tersebut turut dihadiri oleh para dzurriyah Mbah H. Jaelani, pengurus ITJ, Masyarakat Penggiat Sejarah Islam Nusantara (MAPSINU), serta Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kabupaten Tuban.

Melalui langkah digitalisasi ini, diharapkan warisan keilmuan para ulama Nusantara tidak hanya terselamatkan dari kerusakan fisik, tetapi juga semakin mudah diakses, diteliti, dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari kekayaan intelektual dan spiritual bangsa.

Editor: Roihan Rikza

Avatar photo

Jejakdesa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top