PAKISAJI—Rembug Stunting tahun 2026 di seluruh Desa Se Kecamatan Pakisaji kali ini bisa dibilang berbeda dengan Rembug Stunting tahun sebelumnya. Jika ditahun-tahun sebelumnya, ahli gizi dari Puskesmas dan PLKB Kecamatan Pakisaji turut menjadi narasumber dalam Rembug Stunting, kini Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa yang menjadi pemateri sekaligus pemantik Rembug Stunting di Desa.
Hari ini, Jum’at (12/06/2026) Desa Karangpandan dan Desa Wadung menjadi pamungkas gelar Rembug Stunting. Dihadiri hari oleh stakeholder terkait, Rembug Stunting diproyeksikan dapat menampung aspirasi pelaku sekaligus penggerak konvergensi stunting di desa, yang hasil usulannya dapat disampaikan pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan direalisasikan pada tahun mendatang.
Sekalipun teradapat perubahan metode dalam Rembug Stunting, tidaklah menjadikan subtansi dari hasil rembug tersebut berkurang dalam upaya pelaksanaan konvergensi stunting itu sendiri.
Uswatun Hasanah, Ketua KPM dari Desa Jatisari misalnya, yang mempresentasikan tentang pencegahan dan penanggulangan anak yang teridentifikasi stunting, mengungkapkan cukup canggung untuk menjadi pemateri pada Rembug Stunting, pada Rabu (3/4/2026) lalu.
Baginya, memaparkan data dari hasil bulan timbang, data anak terindikasi stunting, data calon pengantin, dan beberapa hal terkait, adalah sebuah tanggung jawab yang tidak hanya berhenti pada presentasi. Tapi juga tindak lanjut untuk menjalankan program yang dicanangkan.
Hal serupa juga dirasakan oleh Evi Rizki Saputri, KPM Desa Wadung yang sebelum mempresentasikan materi tentang stunting di hadapan peserta, yang dirasanya agak deg-degkan.
“Sebelumnya (tahun sebelumnya), ada pihak yang bertugas untuk menyampaikan materi. Kini, kami juga harus belajar. Mau tidak mau harus kami persiapkan. Tugas kami,” ungkapnya.
Berbeda dengan Alfin Andi Yanti KPM Desa Karangduren, yang menjadi Desa pertama dalam gelar Rembug Stunting, pada Jum’at (22/5/2026) lalu. Meskipun diakuinya agak grogi untuk tampil presentasi, tapi dirinya menyatakan siap untuk melaksanakan bagian dari tugasnya.

Bahkan, Bu Alfin yang juga Koordinator KPM Se Kecamatan Pakisaji itu, juga telah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat PPT yang ditampilkan di hadapan peserta Rembug Stunting.
Sosialisasi Pra Rembug Stunting di Desa
Terik matahari yang baru sedikit condong ke barat, pada Senin (18/5/2026), di Pendopo Kecamatan Pakisaji digelar Sosialisasi Pelaksanaan Rembug Stunting Desa. Selain dari pihak Kecamatan Pakisaji sendiri, kegiatan yang dihadiri oleh seluruh KPM Se Kecamatan Pakisaji, turut menghadirkan Mokhamad Sahlulloh, PIC Konvergensi Stunting dan merupakan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Malang.
Dari gelar sosialisasi itulah bermula. Menurut Sahlullah, Rambug Stunting adalah forum tertinggi bagi KPM untuk menentukan arah dan kebijakan melalui usulan di Rambug Stunting, oleh KPM Desa.
“Karenanya, sudah semestinya yang menjadi pemantik jalannya diskusi dan menyampaikan data, menampung usulan, sekaligus pemateri dalam Rembug Stunting adalah KPM Desa itu sendiri. Adapun jika ada pihak lain, seperti bidan desa, ahli gizi, atau stakeholder terkait seperti dari Kecamatan Pakisaji, maka juga bisa menjadi peserta Rembug Stunting. Dapat mengusulkan program tahun berikutnya untuk konvergensi stunting itu sendiri,” terangnya.
Agus Supaat, PIC Konvergensi Stunting Pendamping Desa Kecamatan Pakisaji, dalam beberapa pertemuan yang didampinginya, mengungkapkan terima kasihnya atas kerja keras para KPM Desa atas terlaksananya Rembug Stunting di setiap Desa Se Kecamatan Pakisaji.

Agus Supaat juga memastikan semua dokumen berkaitan dengan hasil Rembug Stunting telah sesuai dengan tata kelola ideal sebagaimana yang telah disampaikan oleh TAPM Kabupaten Malang.
Sementara itu, Taufik Nurahman, S.STP., M.AP, Camat Pakisaji, yang juga turut serta dalam beberapa gelar Rembug Stunting, menyampaikan harapannya bahwa konvergensi stunting di desa dapat berjalan dengan baik.
“Untuk menuju Indonesia emas, maka juga perlu penanganan sejak sebelum bayi itu lahir. Dalam rembug stunting itulah ruang bagi kita untuk mengusulkan hal terbaik demi generasi terbaik di masa mendatang,” terangnya.
Untuk diketahui, porses panjang perjalanan Rembug Stunting di Kecamatan Pakisaji dimulai dari pertengahan bulan lalu. TPP Kecamatan Pakisaji yang kali ini dikoordinatori Mochamad Junaidi Firdaus Thohir, beberapa kali melakukan rapat koordinasi dengan Kecamatan Pakisaji dan beberapa KPM, dan menghasilkan jadwal dan pelaksanaan Rembug Stunting yang berakhir hari ini. (*)
Penulis: Roihan Rikza, Pendamping Lokal Desa Kecamatan Pakisaji.
