BONDOWOSO – Pendamping Desa Kecamatan Pakem bersama Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bondowoso, Winartono dan Husaini Amar, mendampingi kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S), Rabu (28/10/2026).
Kegiatan ini diikuti perwakilan tujuh desa dari total delapan desa di Kecamatan Pakem. Peserta terdiri atas kepala desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, dan operator desa. Sementara itu, Desa Ardisaeng belum dapat menghadiri kegiatan tersebut.
Salah satu agenda utama kegiatan ini adalah registrasi dan pendampingan penggunaan platform e-Learning e-HDW. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa dalam mendukung pelaksanaan konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
TAPM Kabupaten Bondowoso, Winartono, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas para pelaku pembangunan desa agar pemanfaatan teknologi digital dapat menunjang pelaksanaan program pencegahan stunting.
“Peningkatan kapasitas ini bukan sekadar memenuhi tahapan administrasi atau melakukan registrasi pada platform e-Learning e-HDW. Lebih dari itu, kita ingin memastikan bahwa para pelaku di desa memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai untuk mendukung konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting,” demikian yang disampaikan Winartono.
Dalam pelaksanaan bimbingan teknis, Winartono bersama Husaini Amar memberikan pendampingan teknis kepada peserta terkait proses registrasi dan pemanfaatan platform e-Learning e-HDW. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengakses materi pembelajaran digital serta meningkatkan pengetahuan untuk menunjang pelaksanaan tugas masing-masing.
Pelibatan berbagai unsur desa menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi penanganan stunting. Kepala desa, KPM, kader Posyandu, TPK, dan operator desa memiliki peran yang saling melengkapi, mulai dari perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, hingga pemantauan upaya pencegahan stunting di tingkat desa.
Bimtek P3S ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi dan registrasi platform digital. Peningkatan kapasitas perlu diikuti dengan penerapan pengetahuan dalam kegiatan nyata, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pemantauan berkelanjutan agar upaya pencegahan stunting berjalan lebih efektif.
Pendamping Desa Kecamatan Pakem terus mendorong sinergi antara pemerintah desa, kader, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi digital, pelaksanaan konvergensi P3S diharapkan semakin terarah dan terpadu, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa. (*)
